Batang TMT, yang nama lengkapnya adalah Batang yang Diperlakukan Secara Termo Mekanis, banyak digunakan pada gedung bertingkat tinggi dan proyek infrastruktur di pasar India dan Asia Tenggara.
Dibandingkan dengan sambungan tulangan beton tradisional, kopling batang TMT dirancang khusus untuk sifat perlakuan panas TMT. Kopling TMT terutama digunakan untuk menyambung ujung dua batang TMT, memastikan kontinuitas tulangan dan transmisi gaya dalam rekayasa struktur. Kopling tulangan TMT CHEERON memenuhi standar jenis kopling tulangan internasional Tipe 1 dan Tipe 2, dengan kekuatan tarik mencapai 100%-125% dari kekuatan luluh batang TMT.
Batang TMT dapat disambung melalui pengelasan atau penyambungan tumpang tindih, tetapi kedua metode tersebut memerlukan pekerjaan di lokasi. Kopling TMT memiliki waktu konstruksi yang lama, sangat dipengaruhi oleh cuaca, dan menawarkan kekuatan sambungan yang rendah.
Ada beberapa jenis kopling yang dapat dipilih:
Untuk TMT coupler berulir: Pertama, proses ujung-ujung baja tulangan menjadi ulir. Kemudian gunakan alat untuk memasang coupler pada kedua baja tulangan untuk menyelesaikan sambungan.
Untuk TMT coupler non-berulir: Sambungan dibuat berdasarkan desain spesifik coupler. Metode umum meliputi sambungan crimp, sambungan baut, sambungan tekan, dan sambungan grouting. Untuk detail, lihat spesifikasi produk coupler.
Proyek konstruksi: Gedung bertingkat tinggi, bangunan tempat tinggal, jembatan.
Infrastruktur: Terowongan, jalan, dermaga.
Struktur seismik: Daerah yang rawan gempa bumi.